Jerat Fakta | Nabire – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) WGAB Papua, Yerry Basri Mak, SH, MH, mendesak Pemerintah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, untuk segera menutup pantai lokalisasi Samabusa.
Desakan ini disampaikan Yerry mengingat tingginya angka penderita AIDS di Kabupaten Nabire yang mencapai 9.412 kasus, menjadikannya wilayah dengan jumlah kasus AIDS tertinggi di Provinsi Papua Tengah. Sabtu, (19/10/2024).
Dalam keterangannya kepada media, Yerry menyatakan bahwa pemerintah harus serius dalam menangani penyebaran penyakit AIDS yang semakin meluas di Nabire.
“Masyarakat di Nabire, terutama Orang Asli Papua (OAP), paling banyak terkena penyakit ini. Jika kita tidak segera mengambil tindakan, dampaknya akan sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Yerry juga menekankan pentingnya upaya pencegahan yang serius untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman AIDS.
“Kalau kita tidak mencegah dan memberikan perhatian serius, masyarakat OAP bisa habis karena penyakit ini,” lanjutnya.
Sebagai aktivis sekaligus ketua LSM WGAB, Yerry mendesak Pemkab Nabire agar segera menutup lokalisasi Samabusa, yang dinilai menjadi salah satu sumber penyebaran virus.
“Jika Pemkab Nabire tidak segera menutup pantai lokalisasi Samabusa, jumlah penderita AIDS akan terus meningkat,” tegas Yerry.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan efektif untuk menekan laju penyebaran AIDS demi keselamatan masyarakat Nabire, khususnya OAP.
(Redaksi)