Ibadah Syukuran IMAPA dan GMNI Manokwari, Wujud Syukur atas Perjuangan Raih Gelar

Jerat FaktaManokwari, | Keluarga besar Ikatan Mahasiswa Pegunungan Arfak (IMAPA) bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manokwari menggelar ibadah syukuran sebagai ungkapan terima kasih atas pencapaian akademik para anggotanya.

Ibadah yang berlangsung di kontrakan Pegaf pada Selasa sore (17/03/2026) ini mengangkat tema dari Mazmur 126:5, “Menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai.”

Momentum syukuran tersebut dirangkai dengan perayaan kelulusan beberapa mahasiswa, di antaranya Anan Ansi Ahoren (S.T), Riko Rikson I Iba (S.H), dan Udir A Saiba (A.Md.Kes).

Dalam kesaksiannya, Anan Ansi Ahoren menyampaikan bahwa seluruh proses pendidikan yang dilalui, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, tidak lepas dari penyertaan Tuhan.

“Apa pun yang terjadi hingga hari ini semua karena izin Tuhan. Proses panjang dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi akhirnya bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GMNI Manokwari yang baru diwisuda, Riko Rikson I Iba, menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan nonformal melalui organisasi.

“Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman dan terlibat dalam organisasi. Pendidikan formal membentuk intelektual, tetapi organisasi membentuk karakter, sikap, dan kualitas diri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan simbolisasi pengalungan kopi dan gorengan sebagai gambaran sederhana kehidupan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Selain itu, Bung Sius Iba turut membagikan kisah perjuangannya dalam menempuh pendidikan. Ia mengawali pendidikan dari SD hingga SMA dengan berbagai keterbatasan, termasuk berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer saat masih bersekolah di SMP.

Perjalanan tersebut berlanjut hingga ia berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Papua dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada 17 Maret 2026.

“Dimana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Jangan pernah putus asa,” pesannya.

Sementara itu, Udir A Saiba menyampaikan rasa terima kasih kepada para senior dan rekan mahasiswa yang telah saling mendukung hingga mencapai keberhasilan.

“Kita bisa sampai di titik ini karena kebersamaan, saling melengkapi, dan tentu atas berkat Tuhan,” tuturnya.

Ibadah syukuran ini menjadi simbol bahwa keberhasilan tidak lepas dari kerja keras, kebersamaan, dan iman, serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih pendidikan yang lebih baik.

(Udir Saiba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *