Figilius Enu Ditunjuk sebagai Dewan Santo Mikael Stasi Katolik Riend o

Jerat Fakta | BINTUNI, PAPUA BARAT – Pemuda Kampung Riend o, Figilius Enu, resmi ditunjuk sebagai Dewan Santo Mikael Gereja Katolik Stasi Riend o, Kampung Taniba, Distrik Fafurwar, Kabupaten Teluk Bintuni.

Penunjukan tersebut disampaikan dalam kegiatan gerejawi yang berlangsung pada Jumat (20/02/2026). Dalam kesempatan itu, Figilius Enu juga menyampaikan kondisi pembangunan gereja Katolik Stasi Riend o yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Figilius Enu menjelaskan bahwa bangunan gereja yang ada saat ini merupakan hasil swadaya murni masyarakat setempat, yang dibangun dari hasil panen kebun dan usaha sederhana umat Katolik Kampung Riend o.

Meski bangunan gereja telah berdiri dengan kokoh, namun masih terdapat sejumlah kekurangan yang menghambat penyelesaian pembangunan secara menyeluruh.

“Gereja ini dibangun oleh umat dengan hasil panen mereka sendiri. Bangunannya sudah berdiri, tetapi masih banyak kekurangan yang belum bisa kami selesaikan secara mandiri,” ungkap Figilius.

Ia merinci beberapa kebutuhan mendesak yang hingga kini belum terpenuhi, di antaranya kekurangan bahan bangunan seperti seng, semen, serta pembangunan menara lonceng gereja yang belum dapat dikerjakan.

Dalam pernyataannya, Figilius Enu juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni serta instansi terkait, khususnya kantor urusan keagamaan, agar pembangunan gereja Katolik di Kampung Riend o dapat segera diselesaikan dan digunakan secara layak untuk kegiatan ibadah umat.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan kantor keagamaan, agar kekurangan gereja Katolik di Kampung Riend o ini dapat dibantu sehingga umat bisa beribadah dengan lebih layak dan nyaman,” ujarnya.

Penunjukan Figilius Enu sebagai Dewan Santo Mikael diharapkan dapat memperkuat peran pemuda dalam kehidupan gereja serta menjadi jembatan antara umat, gereja, dan pemerintah dalam mendorong penyelesaian pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut.

(Derek Nelfin Masumbauw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *