32 Peserta Ikuti Pelatihan Strategi Media Digital Gereja di Manokwari

Jerat hukum | Manokwari, Papua Barat – Sebanyak 32 peserta dari berbagai jemaat di lingkungan Klasis GKI Manokwari mengikuti pelatihan multimedia gerejawi yang digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu Dalam Kreativitas, Melayani Dalam Digitalisasi”, dan bertempat di ruang rapat Kantor Klasis GKI Manokwari.

Pelatihan yang dimulai pukul 12.00 hingga 14.20 WIT tersebut menghadirkan Gerson Smori, ST sebagai pemantik diskusi utama. Ia membawakan materi bertajuk “Teknik Produksi dan Strategi Media Digital Gerejawi” yang disambut antusias oleh para peserta.

Sebagian besar peserta merupakan anggota tim multimedia dari jemaat-jemaat di bawah Klasis GKI Manokwari. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pelayanan digital di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu cepat.

Dalam sesi penyampaian materi, Gerson Smori menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting sebagai bagian dari pembinaan pemuda gereja agar dapat menjangkau jemaat secara lebih luas melalui media digital. Menurutnya, pelayanan multimedia bukan hanya soal teknis produksi video dan foto, tetapi juga strategi penyampaian pesan gerejawi yang berdampak.

“Pelayanan digital hari ini adalah pintu masuk menjangkau lebih banyak jiwa, khususnya anak-anak muda gereja yang hidup dalam era teknologi. Maka dari itu, penguatan kapasitas tim multimedia menjadi sangat penting,” ujar Gerson dalam keterangannya kepada Jerat Fakta, Sabtu (5/07/2025).

Ia juga berharap agar seluruh peserta dapat menyimak dan mengikuti seluruh sesi dengan baik. Karena materi ini, lanjutnya, akan menjadi bekal penting untuk melayani lebih kreatif dan relevan sesuai kebutuhan zaman.

Menurut Gerson, kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan agenda klasis, tetapi merupakan momentum untuk menyatukan visi pelayanan digital gereja dan membangun semangat kerja tim multimedia yang lebih terorganisir, aktif, dan solid.

Gerson pun mengapresiasi Tim Kreatif Klasis Manokwari yang telah mempercayainya sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan yang diberikan untuk mendampingi para pemuda gereja dalam kegiatan penuh makna ini.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa peran multimedia dalam pelayanan gereja saat ini bukanlah pelengkap, melainkan menjadi sarana utama dalam mengkomunikasikan nilai-nilai rohani kepada jemaat, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan media digital.

“Kalau pemuda gereja tidak dibekali dengan materi seperti ini, maka pelayanan akan tertinggal. Kita harus mampu menjangkau mereka dengan cara yang sesuai zaman, tanpa kehilangan esensi iman,” tegasnya.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan rencana kerja konkret dan target pelayanan media digital antarjemaat yang dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti secara bersama-sama oleh Klasis GKI Manokwari.

Selain materi teori, peserta juga diajak untuk menyusun strategi produksi konten digital secara praktis, termasuk pelatihan teknis pengambilan gambar, pengeditan, hingga manajemen media sosial gereja.

Dalam sesi penutup, Gerson menyampaikan pesan kepada peserta untuk terus menjaga semangat pelayanan. Ia berharap semangat tersebut tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi terus berkembang dalam bentuk aksi nyata pelayanan multimedia di setiap jemaat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan dalam pelayanan gereja, khususnya dalam merespon era digitalisasi sebagai bagian dari panggilan iman dan pengabdian kepada Tuhan.

(Laporan: Marten Sreklefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *