Tokoh Masyarakat Bongkar Dugaan Mandeknya Pembangunan Balai Kampung Kawaf, Inspektorat Diminta Turun Tangan

Jerat Fakta | Bintuni, Papua Barat —
Tokoh masyarakat Kampung Kawaf, Distrik Kaitaro, Kabupaten Teluk Bintuni, Elias Waita, membongkar dugaan mandeknya pembangunan Balai Kampung yang dibiayai dari Dana Desa sejak tahun anggaran 2024 hingga 2026 namun hingga kini belum juga diselesaikan.

Kepada media, Senin pagi (14/01/2026), Elias Waita mengungkapkan bahwa setiap kali pencairan Dana Desa dilakukan dari tahun ke tahun, tidak terlihat adanya pembangunan fisik lain selain proyek Balai Kampung tersebut.

“Setiap pencairan Dana Desa dari tahun ke tahun, tidak ada pembangunan fisik lain yang dikerjakan selain Balai Kampung ini. Tetapi sampai sekarang juga belum selesai,” ungkap Elias Waita.

Ia menilai kondisi ini sangat janggal, mengingat seharusnya proyek yang belum rampung dapat menjadi penghambat pencairan Dana Desa berikutnya. Namun faktanya, pencairan tetap dilakukan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kampung.

“Kalau Balai Kampung belum selesai, seharusnya Dana Desa tidak bisa dicairkan lagi. Tapi ini kenapa bisa tetap dicairkan oleh PLT Kepala Kampung,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Elias Waita meminta Dinas terkait serta Inspektorat Kabupaten Teluk Bintuni untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap penggunaan Dana Desa Kampung Kawaf.

“Kami minta Inspektorat dan dinas terkait segera menindaklanjuti pembangunan ini, karena sampai sekarang belum juga diselesaikan,” katanya.

Selain persoalan Balai Kampung, Elias juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait pengadaan mesin tempel 15 PK yang hingga kini belum direalisasikan oleh PLT Kepala Kampung Kawaf, Naftali Fenetiroma.

“Masyarakat sudah lama mengeluh soal pengadaan mesin tempel 15 PK, tapi sampai sekarang PLT Kepala Kampung belum melaksanakan permintaan warga,” tambah Elias.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi pengawas dapat segera mengambil langkah tegas demi memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Kampung Kawaf, Distrik Kaitaro.

(Derek Nelfin Masumbauw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *