Kader Posyandu Kampung Riendo Keluhkan Pembangunan Posyandu yang Tak Kunjung Rampung

Jerat Fakta | Teluk Bintuni, Papua Barat — Ketua Kader Kampung Riendo, Distrik Fafurwar, Lusia Nasira, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan satu unit rumah posyandu yang telah dimulai sejak tahun 2023 namun hingga kini belum memberikan fasilitas pelayanan yang layak bagi masyarakat.

Lusia Nasira menjelaskan bahwa keberadaan posyandu di Kampung Riendo selama ini merupakan inisiatif murni para ibu kader, tanpa adanya pembiayaan langsung yang memadai.

Selama ini, para kader posyandu terpaksa menumpang pelayanan di Rumah Sakit Riendo karena belum memiliki gedung posyandu sendiri.

“Kami hanya menumpang di rumah sakit. Bangunan yang ada bukan posyandu murni, semua ruangan yang kami pakai adalah milik rumah sakit,” ujar Lusia kepada wartawan di Bintuni, Selasa (18/2/2026).

Ia menambahkan bahwa meskipun para kader pernah menerima bantuan dana, namun jumlahnya dinilai tidak memuaskan dan belum mampu mendukung pembangunan fasilitas posyandu yang layak.

Bahkan, kerja sama dengan rumah sakit setempat terjadi karena adanya izin dari salah satu pegawai rumah sakit, bukan karena fasilitas posyandu yang tersedia secara resmi.

Menurut Lusia, honor atau upah yang diterima para kader juga sangat terbatas. Meski demikian, dana tersebut tetap mereka manfaatkan untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan, khususnya agar dapat mandiri dan tidak terus bergantung pada rumah sakit.

“Kami ingin lepas dari ketergantungan rumah sakit, supaya pelayanan untuk anak-anak dan balita bisa lebih maksimal dan memuaskan,” katanya.

Kegiatan posyandu yang dilakukan para kader selama ini meliputi penanganan balita, pemberian makanan bergizi, serta pelayanan kesehatan dasar. Namun keterbatasan fasilitas dan perlengkapan menjadi kendala serius.

Lusia menyebutkan bahwa perlengkapan posyandu yang tersedia saat ini sangat minim, sementara jumlah generasi dan balita di Kampung Riendo terus meningkat.

Atas kondisi tersebut, Lusia Nasira mewakili para kader berharap dinas terkait segera menindaklanjuti dengan membangun satu unit rumah posyandu yang layak dan dilengkapi seluruh sarana pendukung.

“Kami hanya ingin tempat pelayanan yang pantas, lengkap dengan semua atribut posyandu, agar kami bisa melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.

(Derek Nelfin Masumbauw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *