Mama Papua Desak Kenaikan Harga Sayur di Pasar Wosi, MRP Siap Tindak Lanjuti

Jerat Fakta | Manokwari, Papua Barat — Sebanyak 27 Mama Papua menggelar audiensi bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat di gedung lembaga perwakilan tersebut, Rabu (29/4/2026).

Audiensi ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait rendahnya harga jual sayur-mayur di Pasar Wosi yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Mama Papua, Rut Saroy, mengungkapkan bahwa harga sayur yang sebelumnya dijual Rp5.000 per tumpuk sudah tidak layak dan perlu dinaikkan.

“Dulu harga Rp5.000, sekarang harus naik menjadi Rp10.000 bahkan Rp15.000 per tumpuk,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa harga tersebut belum mengalami perubahan sejak lama, sehingga para Mama Papua yang bergantung pada hasil kebun merasa perlu adanya penyesuaian harga demi meningkatkan kesejahteraan.

Menanggapi hal itu, Ketua Pokja Perempuan MRP Papua Barat, Irma Sirlviana Nuham, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mama Papua, khususnya dari Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak, yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ia menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung usulan tersebut dan menilai pemerintah daerah perlu memperhatikan harga hasil kebun yang dijual di pasar.

“MRP akan menindaklanjuti aspirasi ini. Minggu depan akan dibahas dalam rapat, dan staf ahli akan menyiapkan surat untuk diajukan ke Pemerintah Kabupaten Manokwari,” jelasnya.

Menurutnya, aspirasi ini sangat penting karena menyangkut ekonomi masyarakat, khususnya Mama Papua yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.

Diharapkan, pemerintah daerah dapat segera merespons dengan kebijakan yang berpihak kepada para pedagang kecil, sehingga harga sayur dapat disesuaikan dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000 per tumpuk sesuai kondisi saat ini.

Penulis: Udir Anas Saiba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *