Sambut HUT PI ke-64, GKI Menosimons Kwowok Gelar Seminar Tahap III Buku Sejarah Jemaat

Jerat Fakta | Sorong Selatan — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-64 Tahun, Jemaat GKI Menosimons Kwowok menggelar Seminar Tahap Ketiga Buku Sejarah Jemaat GKI Menosimons Kwowok Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Gereja Jemaat GKI Menosimons Kwowok, Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Minggu (25/01/2026).

Seminar dimulai pada pukul 11.00 WIT hingga 13.40 WIT dan diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari warga jemaat, panitia, sponsor HUT PI, serta para tokoh adat Kampung Kwowok.

Seminar ini menghadirkan Guru Soleman Woloin sebagai pemantik materi sekaligus perancang dan penulis Buku Sejarah Jemaat GKI Menosimons Kwowok.

Ia memandu diskusi dari awal hingga akhir kegiatan dengan memaparkan materi yang telah disusun dalam bentuk tulisan dan dipresentasikan kepada seluruh peserta.

Kegiatan ini juga dihadiri para tua-tua adat Kampung Kwowok, di antaranya Yonas Sreklefat, Yance Sreklefat, Yulius Sreklefat, Matias Wagarefe, serta Yance Kemesfle. Kehadiran mereka menjadi sumber informasi penting untuk memperkaya dan memperkuat data sejarah Kampung Kwowok dan perjalanan Jemaat GKI Menosimons Kwowok.

Salah satu tokoh adat dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan moral tentang pentingnya pelestarian sejarah dan budaya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya,” ungkap salah satu tua adat.

Ketua Panitia Pelaksana HUT PI ke-64 Kampung Kwowok, Frengky Sreklefat, menjelaskan bahwa perayaan HUT PI tahun ini menandai usia ke-64 sejak pertama kali Injil masuk ke Kampung Kwowok pada 26 Januari 1962 hingga 26 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Frengky menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan seminar, termasuk PHMJ, pemerintah, tokoh adat, serta para tua-tua adat.

“Target panitia, seminar ini merupakan tahap terakhir untuk memastikan kelengkapan data dari para narasumber. Tahap berikutnya adalah bedah buku sebelum masuk proses pencetakan. Setelah perayaan HUT PI, kami akan membentuk panitia baru untuk mengawal tahapan tersebut,” jelas Frengky.

Sementara itu, Ketua PHMJ GKI Menosimons Kwowok, BPK Klemens Rouw, mengapresiasi kerja panitia dan keterlibatan para tokoh adat dalam penyusunan buku sejarah jemaat.

“Ini sangat penting bagi generasi muda dan seluruh warga jemaat agar mengetahui dan menyimpan perjalanan sejarah gereja dan kampung. Kami berharap jemaat tidak hanya hadir, tetapi juga aktif memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah Jemaat GKI Menosimons Kwowok sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Seminar tahap ketiga ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian sejarah gereja dan identitas jemaat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan menjelang perayaan HUT PI ke-64 di Kampung Kwowok.

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *