Pidato Menggelegar Ketua Exco Partai Buruh Sorong Selatan: “Buruh Harus Rebut Kursi DPR!”

Oplus_16908288

Jerat Fakta | Sorong Selatan – Ketua Komite Eksekutif (Exco) Partai Buruh Kabupaten Sorong Selatan, Richard Bleskadit, menyampaikan pidato politik yang penuh semangat dalam kegiatan konsolidasi kelas pekerja di Sekretariat Partai Buruh, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Sorong Selatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda hingga kelompok buruh, petani, nelayan, mama-mama pasar, sopir ojek, tenaga honorer, hingga pekerja sektor sawit dan tambang.

Dalam pidatonya, Bleskadit menegaskan bahwa Partai Buruh hadir sebagai “rumah besar” bagi seluruh kelas pekerja.

“Partai Buruh lahir bukan dari hotel mewah atau kepentingan elite. Partai ini lahir dari pabrik, kebun, laut, dan pasar. Ini rumah kita semua,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia juga menyoroti kondisi kelas pekerja yang selama ini dinilai belum mendapatkan perlindungan dan representasi yang layak di parlemen. Menurutnya, belum adanya wakil dari kalangan pekerja di lembaga legislatif menjadi salah satu penyebab lemahnya keberpihakan kebijakan terhadap rakyat kecil.

“Selama ini, saat buruh sakit, upah tidak cukup, atau kontrak diputus sepihak, tidak ada yang benar-benar memperjuangkan di DPR,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen kelas pekerja di Sorong Selatan untuk bersatu dan memenangkan Partai Buruh dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang, guna merebut kursi DPR Kabupaten maupun DPR Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam kesempatan tersebut, Bleskadit juga memaparkan tiga program utama Partai Buruh, yakni jaminan sosial lengkap bagi pekerja, penghapusan sistem kerja yang merugikan seperti outsourcing berkepanjangan, serta pembentukan koperasi kelas pekerja.

“Koperasi ini akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat, memotong rantai tengkulak, menyediakan akses permodalan, dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan hak-hak pekerja tidak cukup dilakukan di luar sistem, melainkan harus diperjuangkan dari dalam melalui jalur politik.

Mengakhiri pidatonya, Bleskadit membakar semangat massa dengan seruan persatuan.

“Buruh bersatu tak bisa dikalahkan. Sorong Selatan sejahtera dimulai dari kita,” pungkasnya. (*)

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *