Refleksi Hari Buruh, Exco Partai Buruh Sorong Selatan Ajak Perjuangan Kolektif

JERAT FAKTA | SORONG SELATAN – Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 dimanfaatkan Exco Partai Buruh Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, untuk menyuarakan semangat persatuan dan perjuangan kaum pekerja.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Partai Buruh Sorong Selatan, Jumat (1/5/2026) pagi, diisi dengan refleksi dan penyampaian pesan perjuangan bagi seluruh buruh di Papua Barat Daya.

Ketua Exco Partai Buruh Sorong Selatan, Richard Bleskadit, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

“Ini adalah waktu untuk merefleksikan perjuangan kita bersama, sekaligus mengangkat hak-hak yang masih tertindas, baik buruh, petani, nelayan, maupun pekerja sektor informal lainnya,” ujarnya.

Dalam pernyataan resminya, ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja di Papua Barat Daya, mulai dari buruh perkebunan, buruh pelabuhan, pekerja bangunan, guru honorer, tenaga kesehatan, hingga mama-mama pasar.

Ia menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi kaum buruh, seperti upah rendah, sistem kerja kontrak, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Meski demikian, ia mengapresiasi keteguhan dan ketabahan para pekerja yang tetap bertahan dalam berbagai tekanan ekonomi dan sosial.

“Hormat kami atas tekad dan ketabahan kalian. Perjuangan ini tidak mudah, tetapi harus terus dilanjutkan demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan kelas pekerja, termasuk penghapusan sistem outsourcing, peningkatan upah layak, perlindungan kerja, serta penolakan terhadap praktik politik uang.

Dalam seruannya, Richard juga mengajak seluruh elemen buruh di Papua Barat Daya untuk bersatu dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

“Dari Sorong Selatan hingga Raja Ampat, dari Tambrauw sampai Maybrat, buruh harus solid. Bersatu, kita tidak bisa dikalahkan,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan solidaritas buruh di Papua Barat Daya, sekaligus penegasan bahwa May Day 2026 bukan hanya peringatan, tetapi juga panggilan untuk terus berjuang mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *