TAPPA NAM’MA Soroti Pemadaman Listrik Harian di Talaud

Jerat Fakta | Papua Barat Daya, Sorong – Organisasi kepemudaan TAPPA NAM’MA menyoroti serius persoalan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kondisi ini dinilai berdampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, hingga pelayanan publik bagi masyarakat setempat.

Pemadaman listrik tersebut terjadi setiap hari dengan durasi yang cukup panjang, mulai pukul 09.00 hingga 18.40 WITA. Situasi ini memicu keresahan masyarakat, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup dan pembangunan daerah.

Salah satu pemuda TAPPA NAM’MA, Efendy Binanti, S.Th, menegaskan bahwa persoalan kelistrikan di Talaud harus segera mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak penyedia listrik.

“Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945, namun hingga hari ini masih ada rakyat yang hidup dalam penderitaan akibat keterbatasan infrastruktur dasar, salah satunya listrik,” ujar Efendy, Sabtu (21/2/2026).

Ia meminta Pemerintah Daerah sebagai unsur eksekutif dan PT PLN (Persero) untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret guna mengatasi persoalan pemadaman listrik yang berkepanjangan di Talaud.

Efendy juga menyampaikan harapan masyarakat Talaud kepada Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dapat turun tangan secara langsung.

“Kami masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud dengan penuh hormat memohon perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia agar segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan mati lampu yang terus berulang di wilayah kami,” tegasnya.

Menurutnya, dampak pemadaman listrik sangat luas, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan yang tidak maksimal, terhambatnya proses belajar-mengajar, hingga kerugian yang dialami pelaku usaha kecil.

Sebagai daerah perbatasan yang strategis, Talaud dinilai seharusnya mendapat perhatian khusus dalam penyediaan infrastruktur dasar, terutama ketersediaan listrik yang stabil dan memadai.

“Kami percaya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat memiliki komitmen kuat untuk pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar Indonesia,” lanjut Efendy.

TAPPA NAM’MA berharap adanya percepatan evaluasi sistem kelistrikan di Talaud, penambahan kapasitas pembangkit, serta pengawasan distribusi listrik agar persoalan ini tidak terus berulang.

“Listrik bukan sekadar kebutuhan, tetapi fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap suara dari Talaud ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

✍️ Reporter: Marten Kresefat
🗓️ Pemimpin Redaksi: 23 Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *