DPMA Knasaimos Resmi Kukuhkan Pemuda Adat Knamlas dan Bol Saris

Jerat Fakta | MLASWAT – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Gedung SD YPK Rehobot Mlaswat, Sabtu (28/02/2026). Dua komunitas pemuda adat, yakni Komunitas Anak Muda Adat Knamlas (AMAK) dan Komunitas Bol Saris, resmi dikukuhkan oleh Dewan Persekutuan Masyarakat Adat (DPMA) Knasaimos.

Pengukuhan yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIT tersebut menjadi tonggak penting bagi penguatan peran pemuda adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta melindungi hutan adat di wilayah Knasaimos.

Penguatan Legalitas Pemuda Adat
Ketua DPMA Knasaimos, Fredrik Sagisolo, memimpin langsung prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) pengukuhan kepada pengurus komunitas.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa legalitas organisasi menjadi fondasi penting agar pemuda adat memiliki posisi yang kuat dan diakui dalam memperjuangkan hak-hak adat.

“Dengan adanya SK ini, pemuda adat tidak lagi berjalan sendiri, tetapi memiliki dasar hukum dan struktur yang jelas untuk menjaga tanah dan budaya leluhur,” ujar Fredrik.

Dukungan moral juga datang dari A.S. Sremere (Woloin), selaku Penasehat DPMA Knasaimos sekaligus Pembina Komunitas Knamlas. Ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penghubung antara generasi tua dan generasi muda dalam menjaga kesinambungan adat istiadat di Mlaswat.
Pemuda Tegaskan Komitmen Jaga Tanah Ulayat

Ketua AMAK, Nabot Sreklefat, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan tersebut. Ia menyatakan bahwa pengakuan resmi ini menjadi penyemangat baru bagi pemuda adat untuk bergerak lebih terorganisir dalam menjaga tanah ulayat dan identitas budaya.

“Ini bukan sekadar pengukuhan organisasi, tetapi amanah untuk menjaga warisan leluhur kami,” ungkap Nabot.

Pemerintah Kampung Nyatakan Dukungan Penuh
Langkah progresif pemuda adat ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kampung Mlaswat. Kepala Kampung Mlaswat, Yance Sremere, menegaskan komitmen pemerintah kampung untuk mendukung keberlangsungan komunitas pemuda adat melalui pengalokasian dana desa.

“Kami siap mendukung Komunitas Anak Muda Knamlas karena ini adalah wadah yang menjaga adat dan budaya kampung. Dukungan akan dibahas dan ditetapkan melalui Musyawarah Kampung,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemuda agar tetap berpegang pada nilai-nilai luhur adat dan tidak tergerus pengaruh negatif dari luar.

“Bagi masyarakat adat, hutan adalah mama. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan itu sendiri,” tambah Yance.

Sinergi untuk Masa Depan Knasaimos
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang memperlihatkan kuatnya sinergi antara tokoh adat, pemerintah kampung, dan generasi muda.

Dengan dukungan penuh dari DPMA, pembina adat, dan pemerintah kampung, pemuda Knasaimos diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan jati diri budaya bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *