Menjaga Hutan, Menjaga Hidup: Komitmen Pemuda Adat Kna Mlas dan Bol Saris

Jerat Fakta | SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Komitmen kuat untuk menjaga manusia dan hutan adat kembali ditegaskan oleh Komunitas Kna Mlas dan Komunitas Bol Saris dalam kegiatan pelantikan pengurus yang digelar di Gedung SD YPK Mlaswat, Sabtu (28/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIT hingga 15.30 WIT tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Dewan Persekutuan Masyarakat Adat (DPMA) Knasaimons, perwakilan AMAK, kedua komunitas yang dilantik, serta tamu undangan dengan total kehadiran sebanyak 44 orang.

Pelantikan pengurus Komunitas Kna Mlas dan Bol Saris dipimpin langsung oleh Ketua DPMA Knasaimons, Fredrik Sagisolo. Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah janji pengurus sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab organisasi dalam menjaga wilayah adat Knasaimons beserta seluruh isinya.

Pernyataan Sikap dan Komitmen Bersama

Dalam kesempatan tersebut, kedua komunitas menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen bersama.

Ketua Komunitas Kna Mlas, Arsa Ahab Woloin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya DPMA dan AMAK.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan fondasi penting bagi penguatan organisasi pemuda adat agar dapat berdiri kokoh dalam menjaga keutuhan wilayah adat.

“Pelantikan hari ini adalah dasar yang kami tunggu-tunggu agar kami memiliki kekuatan dan legitimasi untuk menjaga tanah, hutan, laut, serta manusia di wilayah adat Knasaimons. Kami tidak ingin mudah terpengaruh oleh bujukan dan tekanan yang merusak hutan dan kehidupan masyarakat adat,” tegas Arsa.

Ia juga menyampaikan pernyataan keras bahwa tanah dan hutan adat beserta seluruh kekayaan alamnya adalah milik masyarakat adat dengan adat dan budayanya, bukan milik negara maupun pihak luar.

Jaga Hutan, Jaga Manusia Adat

Senada dengan itu, Ketua Komunitas Bol Saris yang baru dilantik, Ottovianus Smori, menyatakan kesepakatan penuh untuk bekerja keras dan saling mendukung dalam menjaga hutan dan masyarakat adat di wilayah Knasaimons.

“Kami bersepakat untuk bekerja bersama, menjaga hutan dan manusia adat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ottovianus berharap agar tanggung jawab menjaga wilayah adat tidak hanya dibebankan kepada pengurus yang dilantik, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat adat, DPMA, AMAK, lembaga gereja, serta lembaga-lembaga lainnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran komunitas pemuda adat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Knasaimons di tengah berbagai ancaman eksternal.

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *