Menjelang HUT PI ke-170 Kriminalitas Meningkat, Warinussy Pertanyakan Kinerja Kapolresta Manokwari

Jerat Fakta | Manokwari, – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-170 pada 5 Februari 2025, situasi sosial di Kota Manokwari menjadi sorotan.

Penatua dan Anggota Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Klasis Manokwari, Yan Christian Warinussy, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya aksi kriminalitas, khususnya penjambretan, perampokan, dan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda Papua Asli.

Menurut informasi yang diperoleh, beberapa korban dari aksi kriminal tersebut saat ini masih menjalani perawatan serius di rumah sakit.

Warinussy mempertanyakan kapasitas dan kemampuan Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. RB Simangunsong, serta Wakapolresta Manokwari, Kompol Agustina Sineri, dalam menangani situasi keamanan di wilayahnya.

“Saya mendapatkan informasi bahwa dua orang terduga pelaku, berinisial MM dan BM, telah diamankan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polresta Manokwari. Saya mendesak agar proses hukum terhadap keduanya dilakukan dengan cepat dan dilimpahkan ke pengadilan di luar Manokwari, misalnya di Makassar, mengingat mereka diduga sebagai pelaku residivis dalam kasus serupa,” ungkap Warinussy.

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena pesta pora yang kerap terjadi setiap Sabtu malam atau malam Minggu di beberapa titik di Kota Manokwari, seperti di depan Bank Danamon, samping Gedung Olahraga (GOR) Sanggeng, dan di area timbunan talud depan Kantor Klasis GKI Manokwari. Ia menilai bahwa Polresta Manokwari belum melakukan langkah-langkah hukum yang terukur, termasuk pengawasan terhadap perizinan keramaian serta pemeriksaan tes urine guna mencegah potensi penyalahgunaan narkotika.

“Menjelang peringatan HUT PI ke-170 ini, sudah seharusnya institusi keamanan seperti Polresta Manokwari, Polda Papua Barat, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat mengambil langkah preventif yang serius. Generasi muda Papua (Asli) harus terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Injil yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Papua selama 170 tahun terakhir,” tegasnya.

Ia juga mengajak Gereja, khususnya GKI Di Tanah Papua, melalui Forum Generasi Muda (FGM) GKI Di Tanah Papua, untuk mengambil peran lebih aktif dalam membina dan membimbing pemuda Papua agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif yang mengancam masa depan mereka.

Peringatan HUT PI ke-170 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun kehidupan sosial yang lebih baik di Kota Manokwari sebagai Kota Injil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *