Membangun Masa Depan Manokwari, Gabriel Bame Berjuang untuk Pendidikan

Jerat Fakta | Manokwari, Papua Barat – Setiap bulan Juni dan Juli, banyak orang di Manokwari yang sibuk mengurus pendaftaran sekolah bagi anak-anak mereka, baik untuk tingkat SMP, SMA, maupun perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Namun, bagi Gabriel Bame, sosok yang kini menjabat sebagai anggota DPR, kegiatan ini sudah menjadi rutinitas yang dimulai jauh sebelum ia terjun ke dunia politik.

Saat diwawancarai di Gedung SMK Negeri 1 Manokwari pada pagi hari, antara pukul 8.00 hingga 9.00, Gabriel menceritakan kisah perjuangannya untuk memajukan pendidikan di Manokwari. Meski kini telah menjabat sebagai wakil rakyat, Gabriel tetap terlibat aktif dalam membantu proses pendaftaran anak-anak sekolah yang ingin melanjutkan pendidikan mereka.

“Sejak dulu, sebelum saya terjun ke dunia politik, saya sudah terbiasa membantu orang tua dan anak-anak yang ingin mendaftar ke sekolah, baik SMP, SMA, maupun perguruan tinggi. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati untuk memajukan pendidikan di Manokwari,” ungkap Gabriel dalam pesan tertulis yang diterima media Jerat Fakta.

Meskipun sudah menjadi anggota DPR, Gabriel tetap memegang komitmennya untuk mengurusi urusan pendidikan di daerahnya. Ia menyadari bahwa pembangunan bangsa yang besar dan maju tidak ditentukan oleh megahnya gedung-gedung yang dibangun, melainkan oleh seberapa banyak orang yang memperoleh pendidikan yang baik.

Pendidikan Sebagai Kunci Kemajuan Bangsa

Gabriel mengutip sebuah pepatah dari Nelson Mandela, yang menyatakan bahwa “Senjata Paling Ampuh untuk Mengubah Dunia adalah Pendidikan.” Bagi Gabriel, pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan lebih maju.

“Sebagai negara, kita tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik saja, tetapi juga harus memberikan perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Tanpa pendidikan yang baik, negara tidak akan mampu mencapai tujuannya untuk berkembang,” lanjut Gabriel.

Keberpihakan Gabriel terhadap pendidikan ini tercermin dalam upayanya untuk membantu orang tua yang kesulitan mendaftarkan anak-anak mereka. Bahkan setelah menjadi anggota DPR, ia masih meluangkan waktu untuk menyelesaikan urusan pendaftaran anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan.

Bentuk Kepemimpinan yang Sederhana

Bagi banyak orang, Gabriel adalah sosok yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia tetap mempertahankan gaya hidup yang rendah hati, meskipun kini sudah berada di posisi penting. Gabriel menyatakan bahwa bagi dirinya, menjadi seorang pemimpin bukan berarti menjadi orang yang mewah atau jauh dari rakyat, melainkan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Menjadi pemimpin itu tidak harus terlihat dari status atau kedudukan. Yang penting adalah bagaimana kita bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Saya ingin membantu mereka mencapai cita-citanya melalui pendidikan,” kata Gabriel.

Gabriel juga menambahkan bahwa pendidikan yang berkualitas harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Ia menyadari betul tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di Manokwari, khususnya yang berkaitan dengan akses pendidikan yang masih terbatas.

Harapan untuk Manokwari dan Papua Barat

Gabriel berharap, ke depannya, lebih banyak anak-anak di Manokwari yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik itu di sekolah negeri maupun swasta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menciptakan peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Manokwari dan Papua Barat memiliki potensi besar, tapi kita perlu fokus pada pendidikan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Kami ingin anak-anak di sini tidak hanya bermimpi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian mereka melalui pendidikan yang layak,” ungkap Gabriel penuh harap.

Pesan dari Gabriel Bame: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan

Bagi Gabriel, pendidikan bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan. Ia bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak pendidikan anak-anak Papua Barat agar mereka bisa memperoleh akses yang lebih baik ke dunia pendidikan, tanpa ada hambatan sosial atau ekonomi.

Gabriel juga menyatakan bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR, ia akan terus berjuang untuk kebijakan-kebijakan yang mendukung pendidikan di Papua Barat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperhatikan nasib pendidikan anak-anak di wilayah ini.

“Sebagai masyarakat, kita harus sadar bahwa pendidikan adalah investasi yang tidak ternilai harganya. Jika kita ingin Papua Barat berkembang, kita harus mulai dari pendidikan,” tutup Gabriel dalam pesan terakhirnya.

(Marten Sreklefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *