Rusuh Tambang Emas Ilegal Waserawi, LP3BH Desak Polda Papua Barat Bertindak Tegas

Lokasi Tambang Emas Ilegal yang rusuh dan terlihat kobaran api yang melalap di camp penambang di Waserawi, Manokwari, Papua Barat

Jerat Fakta | Waserawi, Papua Barat — Kericuhan berdarah kembali pecah di kawasan pertambangan emas tanpa izin (ilegal) di wilayah Waserawi, Papua Barat. Sabtu malam, (05/07/2025)

Bentrokan terjadi antar sesama penambang emas, diduga dipicu oleh teguran yang berujung emosi antara penambang tradisional dan operator alat berat.

Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan bahwa insiden bermula saat seorang pria, yang sedang melakukan pendulangan emas secara tradisional, ditegur oleh operator alat berat jenis excavator.

“Teguran tersebut dimaksudkan agar pria itu tidak terlalu dekat dengan lokasi alat berat yang sedang beroperasi karena dikhawatirkan bisa terkena pecahan batu,” kata sumber resmi yang tidak ingin disebutkan namanya yang diterima oleh redaksi melalui via telepon. Minggu, (06/07/2025).

Namun, kata sumber, pria pendulang tersebut yang diduga dalam kondisi mabuk tidak terima ditegur. Bahkan ia justru melawan dengan melempar batu ke arah penambang lainnya. Ketegangan pun tak terelakkan. Kedua belah pihak akhirnya saling serang menggunakan batu dan benda keras lainnya.

“Peristiwa ini menjalar cepat. Camp atau barak tempat tidur milik sejumlah penambang dibakar oleh kelompok yang bertikai. Kobaran api membuat suasana semakin mencekam, dan bentrokan berlangsung sengit selama beberapa saat sebelum akhirnya mereda,” jelas sumber.

Dalam insiden ini, diketahui bahwa para penambang berasal dari dua kelompok berbeda. Penambang yang menggunakan alat berat diduga merupakan warga pendatang dari Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan pendulang emas secara manual adalah warga asli Papua.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan sosial yang sudah lama terpendam di lokasi tambang ilegal tersebut. Persaingan ekonomi antara pendatang dan warga lokal dalam memperebutkan sumber daya alam kini menimbulkan konflik terbuka.

Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, angkat bicara keras. Ia mendesak Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir untuk segera melakukan penertiban di kawasan tambang emas ilegal Waserawi.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan melalui media agar lokasi tambang emas di Waserawi ditertibkan. Tapi hingga kini, tidak ada tindakan nyata dari aparat,” ujar Warinussy tegas dalam keterangannya.

Ia menyayangkan sikap bungkam aparat kepolisian, khususnya Polda Papua Barat, dalam merespons keberadaan tambang emas ilegal yang sudah lama berlangsung tanpa kontrol hukum.

“Jangan  sampai publik menilai ada dugaan aliran setoran dari mafia tambang ke pihak-pihak tertentu, sehingga membuat mereka memilih diam,” tambahnya.

Warinussy juga menyampaikan bahwa aktivitas penambangan ilegal ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal berkepanjangan antara masyarakat lokal dan pendatang, serta kerusakan lingkungan yang tak bisa diperbaiki.

Ia meminta Kapolda Papua Barat segera membentuk tim gabungan untuk melakukan razia dan penutupan seluruh aktivitas tambang emas ilegal di Waserawi.

“Jangan tunggu jatuh korban jiwa baru bertindak,” pungkas Warinussy.

Pihaknya juga berencana menyurati Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI) dan Mabes Polri untuk melaporkan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal yang meresahkan masyarakat dan mengancam keselamatan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden bentrok maupun upaya penindakan terhadap tambang emas ilegal di Waserawi. Situasi di lokasi masih rawan, dan masyarakat berharap aparat segera turun tangan.

(Udir Saiba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *