Ibadah Syukur HUT ke-13 Jemaat GPKAI Memafos Zaitun Kerenu: 2026 Tahun Pemulihan dan Pengharapan

Jerat Fakta | Manokwari, Papua Barat – Jemaat Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Memafos Zaitun Kerenu menggelar ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 pada Kamis, 13 Februari 2026. Ibadah berlangsung khidmat di Gedung Gereja Jemaat Memafos Zaitun Kerenu, Kampung Kerenu, Kabupaten Manokwari.

Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Pdt. Efendy Binanti, S.Th, selaku gembala sidang, dengan mengangkat tema “2026 Tahun Pemulihan dan Pengharapan” yang diambil dari Firman Tuhan dalam Yeremia 29:11–14.

Dalam khotbahnya, Pdt. Efendy Binanti menegaskan bahwa pemulihan sejati terjadi ketika umat sungguh-sungguh mencari Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Yeremia 29:14. Ia mengajak seluruh jemaat untuk membuka hati dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, serta percaya sepenuhnya kepada-Nya.

“Ketika seseorang telah percaya kepada Yesus Kristus dengan hati yang sungguh-sungguh, maka tanpa dipaksa ia akan berinisiatif sendiri untuk beribadah, berdoa, membaca Firman Tuhan, dan melakukan perbuatan-perbuatan baik,” tegas Pdt. Efendy.

Perayaan HUT ke-13 Jemaat Memafos Zaitun Kerenu juga dihadiri oleh Lamek Dowansiba, Anggota DPD RI. Dalam sambutannya, Lamek menyampaikan bahwa usia 13 tahun jemaat merupakan bukti kesetiaan iman, khususnya generasi anak-anak dan jemaat yang terus bertahan dan setia beribadah di tengah berbagai tantangan.

“Kesetiaan dalam pelayanan adalah bagian dari memikul salib Kristus. Pada akhirnya, Tuhan Yesus akan menanyakan seberapa besar iman dan kesetiaan kita dalam melayani,” ujar Lamek.

Ia juga memberikan apresiasi kepada gembala sidang dan seluruh jemaat yang tetap setia melayani tanpa pamrih, bahkan tanpa menerima gaji. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan hati seperti inilah yang benar-benar berkenan kepada Tuhan.

“Pelayanan bukan untuk mencari perhatian, tetapi lahir dari hati yang sungguh-sungguh untuk Tuhan. Inilah teladan yang perlu ditingkatkan, baik oleh generasi muda gereja maupun seluruh umat di Tanah Papua,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lamek Dowansiba selaku Penasehat Komunitas Suka Membaca Papua (KSMP) juga menyerahkan bantuan berupa buku tulis dan alat tulis kantor (ATK) kepada 20 anak Rumah Baca LD Kampung Kerenu. Bantuan tersebut disambut dengan apresiasi dari Ketua KSMP.

Ketua KSMP menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian terhadap anak-anak, seraya berharap setiap benih kebaikan yang ditabur akan berbuah berkat.

“Apa yang kita tabur, itulah juga yang akan kita tuai,” ungkapnya.
Perayaan HUT ke-13 Jemaat GPKAI Memafos Zaitun Kerenu menjadi momentum refleksi iman, penguatan pelayanan, serta wujud nyata kepedulian gereja dan para mitra terhadap masa depan generasi muda di Tanah Papua.

(Marten Kresafat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *