Pemilik Hak Ulayat Saubeba Dukung Aksi Tanam 1.000 Mangrove

Manokwari, Papua Barat | Jerat Fakta – Masyarakat adat Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara, menyambut baik kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove yang diselenggarakan oleh Komunitas Ecodefender Cabang Manokwari dan disponsori langsung oleh PLN UP3 Manokwari. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (11/07/2025) ini juga melibatkan pemuda gereja, organisasi kampus, dan relawan dari Econusa.

Panitia awalnya menargetkan 87 peserta, namun antusias masyarakat begitu tinggi hingga jumlah peserta mencapai 200 orang. Penanaman mangrove ini bertujuan untuk pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pengembangan potensi ekowisata lokal di pesisir Saubeba.

Antonius Arik Rumbruren, selaku pemilik hak ulayat tanah Saubeba, dalam pernyataan tertulisnya kepada media Jerat Fakta menyampaikan apresiasi mendalam atas kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman mangrove merupakan wujud konkret menjaga alam yang telah diwariskan leluhur mereka.

“Kegiatan seperti ini penting untuk dilanjutkan dan ditingkatkan. Kita harus sadar bahwa menjaga dan melestarikan alam adalah perintah Tuhan, seperti yang tertulis dalam Kitab Kejadian. Merusak alam berarti melanggar kehendak-Nya,” ujar Antonius dengan penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat adat Kampung Saubeba sepenuhnya menerima dan mendukung kegiatan sosial yang ramah lingkungan seperti ini. Menurutnya, hutan mangrove yang tumbuh akan mendukung program ekowisata dan dapat dikelola secara bijak oleh masyarakat lokal.

“Kami akan terus antusias dan siap bekerja sama dengan pihak manapun yang memiliki niat baik untuk menjaga dan merawat lingkungan tanah ulayat kami. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab adat dan iman kami,” tambahnya.

Sebagai penutup, Antonius Arik Rumbruren juga memberikan apresiasi kepada semua pemuda yang hadir, baik dari gereja maupun organisasi kampus. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan oleh PLN maupun organisasi lain agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat hari ini dan generasi yang akan datang.

(Marten Sreklefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *