Bulan Puasa Lapak Togel di Pasar Sentral Bintuni Disorot, Aparat Diminta Bertindak

Oplus_16908288

Jerat Fakta | Teluk Bintuni, Papua Barat — Praktik perjudian jenis togel di Kabupaten Teluk Bintuni terus berlangsung tanpa mengenal waktu. Bahkan di bulan suci Ramadan yang tidak lama lagi akan berakhir, aktivitas tersebut masih berjalan bebas tanpa adanya penindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah satu lapak togel beroperasi secara terbuka di kawasan Jalan Pasar Sentral Bintuni, tepatnya di wilayah Kelurahan Distrik Bintuni Timur. Kamis, (19/03/2026).

Keberadaan lapak tersebut dinilai semakin meresahkan masyarakat karena dilakukan secara terang-terangan di ruang publik.

Seorang warga mengungkapkan bahwa di satu sisi, sebagian masyarakat menganggap togel sebagai sarana membantu ekonomi.

“Menurut pemikiran sebagian masyarakat Teluk Bintuni, togel ini dianggap membantu,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, praktik tersebut justru dinilai sebagai bentuk perjudian terbesar yang berdampak buruk terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak warga menjadi malas bekerja, terutama dalam aktivitas berkebun, karena lebih menggantungkan harapan pada hasil perjudian.

Akibatnya, kondisi rumah tangga pun ikut terdampak. Tidak sedikit keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan primer sehari-hari.

“Uang hanya habis untuk beli togel, sementara kebutuhan seperti garam, minyak goreng, sayur-sayuran, hingga beras tidak terpenuhi,” lanjutnya.

Selain itu, konsumsi makanan pokok lokal seperti ubi-ubian dan pisang yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat juga mulai terabaikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy angkat bicara. Ia menilai masyarakat sudah terlalu bergantung pada praktik perjudian tersebut.

“Ketergantungan masyarakat terhadap togel sudah sangat tinggi, sehingga dianggap membantu. Padahal kenyataannya justru sebaliknya, yang diuntungkan hanyalah para bandar judi,” tegasnya.

Ia pun mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Teluk Bintuni, untuk segera mengambil langkah tegas terhadap maraknya praktik perjudian tersebut.

“Saya meminta aparat kepolisian segera melakukan penertiban terhadap penjualan togel yang sudah sangat bebas dijual di depan umum,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas guna memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Jika perlu tangkap para bandar dan pengecer, berikan efek jera. Mereka hanya membodohi masyarakat,” pungkasnya.

  • Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk menghentikan praktik perjudian togel yang dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai sosial dan keagamaan, terutama di momentum bulan suci Ramadan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *