Warga 7 Kampung Fafurwar Gotong Royong Bersihkan Kantor Distrik Lama

Jerat Fakta | Bintuni, Papua Barat – Inisiatif masyarakat dari tujuh kampung di Distrik Fafurwar, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, patut diapresiasi. Secara swadaya, warga melakukan pembersihan kantor distrik lama yang sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan berlokasi di Kampung pemekaran Mabriema.

Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Fafurwar, Sebastian Sefire, saat ditemui media Jerat Fakta pada Senin (13/4/2026).

Sebastian menegaskan bahwa kegiatan pembersihan ini murni merupakan inisiatif masyarakat, tanpa adanya unsur politik. Menurutnya, seluruh warga yang terlibat adalah bagian dari keluarga besar Irarutu Fafurwar yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan pemerintahan di wilayah mereka.

“Kegiatan ini murni dari masyarakat, bukan tim politik. Kami semua adalah keluarga besar Irarutu Fafurwar. Politik sudah selesai, sekarang saatnya kita bersatu untuk membangun pelayanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama lebih dari satu tahun terakhir, pelayanan pemerintahan di Distrik Fafurwar belum berjalan secara normal. Hal ini mendorong masyarakat dari tujuh kampung untuk mengambil langkah bersama guna memulihkan fungsi kantor distrik.

Lokasi kantor distrik tersebut berada di Kampung Mabriema, dekat dengan Jalan Trans Provinsi Papua Barat yang menghubungkan wilayah Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni.

Menurut Sebastian, tanah untuk pembangunan kantor tersebut telah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga masyarakat berharap fasilitas tersebut dapat segera difungsikan kembali.

Selain melakukan pembersihan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memperkuat ikatan emosional antarwarga dari tujuh kampung di Distrik Fafurwar.

“Masyarakat bekerja bersama, bergotong royong, demi kepentingan bersama. Kami ingin pelayanan bisa kembali berjalan normal,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan yang masih menghambat operasional kantor distrik tidak berlarut-larut, mengingat kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Kantor ini masih bermasalah, jangan sampai terlalu lama terpalang. Kami ingin ada solusi agar pelayanan segera pulih,” tegas Sebastian.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret guna mengaktifkan kembali pelayanan di Distrik Fafurwar.

(Roberto Yassie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *