PLN dan Ecodefender Tanam 1.000 Mangrove di Saubeba, Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Manokwari, Papua Barat | Jerat Fakta – Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di pesisir Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara pada Jumat (11/7/2025). Kegiatan pelestarian lingkungan ini diinisiasi oleh Komunitas Ecodefender Cabang Manokwari dan disponsori oleh PLN UP3 Manokwari sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Penanaman dimulai pukul 09.00 WIT dan berakhir pukul 12.00 WIT dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Jumlah peserta ini jauh melebihi target awal panitia yang hanya menetapkan 87 orang, menunjukkan antusiasme tinggi warga terhadap pelestarian lingkungan.

Ketua Panitia, Uria Nunaki, dalam keterangannya kepada media Jerat Fakta mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN dan Ecodefender serta didukung oleh elemen masyarakat lokal, termasuk pemuda dan kelompok perempuan.

“Kami tidak menyangka antusias masyarakat sebesar ini. Ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat mulai sadar pentingnya menjaga lingkungan pesisir,” ungkap Uria.

Ia menambahkan, penanaman mangrove tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi, tapi juga mendukung pengembangan potensi ekowisata di Kampung Saubeba.

Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian PLN terhadap lingkungan, dengan harapan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem pantai dan ekonomi masyarakat setempat. CSR ini pun dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan perubahan iklim.

Uria juga berharap agar pohon-pohon mangrove yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat.

“Kami titip 1.000 mangrove ini kepada warga Kampung Saubeba. Mari rawat bersama demi generasi mendatang,” tutupnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi edukasi singkat mengenai manfaat mangrove dan potensi pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata berkelanjutan. PLN dan Ecodefender berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin di wilayah pesisir lainnya di Papua Barat.

(Marten Sreklefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *