Warinussy Soroti Lampu Lalu Lintas Rusak di Swafen-Manokwari, Desak Gubernur Bertindak

Jerat Fakta | Manokwari,  – Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD) di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy, SH, menyoroti kondisi lampu lalu lintas (traffic light) yang rusak di beberapa titik vital di kawasan Swafen, Kabupaten Manokwari.

Menurut Warinussy, kerusakan terjadi pada lampu lalu lintas di pertigaan Swafen Perkebunan, dekat Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, serta di pertigaan Jalan Sujarwo Condronegoro, tepatnya di samping bekas Gedung Wanita dan depan Kantor serta Gudang Bulog Manokwari.

“Ini adalah bagian dari aspek pelayanan publik. Pemerintah daerah wajib memastikan setiap fasilitas penunjang keselamatan berlalu lintas berfungsi dengan baik demi kenyamanan warga,” ujarnya kepada media di Manokwari. Selasa, (22/07/2025).

Warinussy mengungkapkan bahwa kerusakan lampu lalu lintas tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan ketidaknyamanan, khususnya di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, ketika arus kendaraan padat.

“Macet total biasa terjadi antara pukul 06:30 WIT hingga 08:30 WIT serta antara pukul 17:30 WIT hingga 18:30 WIT. Titik kemacetan utamanya adalah jalur dari Swafen ke Jalan Sujarwo Condronegoro dan dari arah sebaliknya menuju kawasan Reremi dan Perkantoran Pemda,” jelas Warinussy.

Ia juga menekankan pentingnya peran Gubernur Papua Barat untuk segera bertindak melalui Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dalam menangani persoalan ini secara cepat dan profesional.

“Gubernur perlu menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera melakukan inspeksi teknis dan memperbaiki atau mengganti lampu lalu lintas yang rusak di dua pertigaan penting ini,” tegasnya.

Sebagai advokat yang selama ini aktif memperjuangkan hak-hak warga di Papua Barat, Warinussy mengingatkan bahwa hak atas keselamatan di jalan raya merupakan bagian dari hak atas rasa aman dan pelayanan publik yang berkualitas.

Menurutnya, jika perbaikan tidak segera dilakukan, potensi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di kawasan tersebut akan meningkat, mengancam keselamatan pengendara, pejalan kaki, serta anak sekolah.

“Saya minta agar persoalan ini tidak diabaikan. Kita bicara soal nyawa manusia dan hak atas keamanan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan tunggu terjadi kecelakaan baru bertindak,” ujarnya menambahkan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi dan melaporkan kepada pihak berwenang jika ada fasilitas lalu lintas lain yang mengalami kerusakan, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Warinussy menyampaikan harapannya agar dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pihak terkait segera mengambil tindakan nyata, sehingga pelayanan publik di sektor lalu lintas di Manokwari dapat ditingkatkan.

(Udir Saiba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *