Pertimbangkan Trauma Warga, LP3BH Desak Kapolri Tinjau Ulang Rencana Pos Brimob

Jerat Fakta | Manokwari, Papua Barat – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, S.H., mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat Suku Besar Moskona yang menolak rencana pembangunan Pos Keamanan Brigade Mobil (Brimob) di Meyerga, Ibu Kota Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurut Warinussy, pembangunan Pos Brimob di daerah tersebut harus disesuaikan dengan situasi sosial dan kondisi masyarakat setempat. “Masyarakat Moskona Barat memiliki pengalaman traumatis terkait beberapa operasi keamanan yang pernah terjadi di wilayah adat mereka,” ujarnya di Manokwari, Kamis (7/8/2025).

Ia mencontohkan, salah satu peristiwa yang membekas adalah operasi pencarian terkait hilangnya mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, yang belum lama ini berlangsung. Selain itu, laporan intelijen yang menyebut adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut juga menambah ketegangan.

Warinussy menambahkan, sejarah mencatat adanya kasus yang melibatkan tokoh masyarakat setempat, seperti Frans Aisnak, yang pernah “dituduh” terlibat pembunuhan terhadap anggota Brimob.

“Peristiwa-peristiwa seperti ini menjadi memoria passionis atau ingatan penderitaan yang melekat di benak masyarakat,” jelasnya.

Memoria penderitaan itu, kata dia, telah menimbulkan rasa curiga dan kekhawatiran masyarakat terhadap kehadiran aparat Brimob. Kondisi psikologis ini patut menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan penempatan Pos Keamanan di Meyerga.

Oleh karena itu, LP3BH Manokwari meminta Kapolri untuk mengkaji secara mendalam rencana tersebut dengan melibatkan semua pihak, termasuk elemen masyarakat adat.

“Pendekatan keamanan harus mengedepankan dialog dan musyawarah, bukan sekadar penempatan pasukan,” tegas Warinussy.

Ia berharap, keputusan terkait rencana pembangunan Pos Brimob di Meyerga dapat diambil secara arif dan bijaksana, demi menghindari potensi konflik serta menjaga ketentraman masyarakat adat di Moskona Barat.

(Udir Saiba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *