Ketua KMK UNIPA Ajak Mahasiswa Kristen Perkuat Solidaritas dan Kepemimpinan

Oplus_16908288

Jerat Fakta | Mnokwari, Papua Barat – Ketua Umum UKM KMK Universitas Papua (UNIPA) periode 2025/2026, Braem Sawyei, mewakili seluruh pengurus UKM PMK dan KMK UNIPA, menyampaikan apresiasi sekaligus pesan penting dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Kristen UNIPA yang digelar pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Peternakan UNIPA ini diikuti oleh 81 mahasiswa Kristen, baik laki-laki maupun perempuan, dan berjalan dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIT.

Dalam keterangannya, Braem Sawyei mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus, khususnya Wakil Rektor I bidang Kemahasiswaan, yang telah memberikan kepercayaan kepada UKM PMK dan KMK untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada pihak Universitas Papua yang telah mempercayakan kami menjalankan kegiatan ini. Koordinasi telah dilakukan sejak satu minggu sebelumnya bersama tim kerja yang dipimpin saudara Thoni Rumbonde,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pengurus serta mahasiswa Kristen UNIPA yang terlibat aktif selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 17–18 April 2026.

Lebih lanjut, Braem menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi di kalangan mahasiswa Kristen, baik di tingkat organisasi kerohanian, fakultas, maupun universitas.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa Kristen, baik yang sudah ikut maupun yang belum, untuk merapatkan barisan. Perbedaan organisasi bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di masa depan. Ia menilai bahwa pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

“Kepemimpinan bukan hanya tentang memimpin hari ini, tetapi bagaimana kita membentuk pemimpin di masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Braem juga menegaskan bahwa kegiatan pelatihan kepemimpinan ini akan terus berlanjut pada semester-semester berikutnya sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan di lingkungan kampus.

Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman spiritual mahasiswa Kristen sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan gereja, kampus, maupun dalam dunia pemerintahan dan masyarakat luas.

“Sebagai generasi muda Papua, kita harus dipersiapkan sejak dini, baik secara rohani maupun intelektual, agar mampu menghadapi tantangan dan memberikan dampak positif,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi penting, antara lain visi dan panggilan hidup pemimpin Kristen, kepemimpinan visioner, manajemen waktu, organisasi kampus, komunikasi dan kerja tim, hingga manajemen konflik dalam organisasi. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi games rohani.

Braem berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa Kristen UNIPA dapat semakin aktif dalam organisasi serta memiliki kesiapan untuk terlibat dalam pelayanan di gereja, masyarakat, maupun pemerintahan.

“Kita harus bangkit dan aktif, belajar bersama, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang memberi dampak positif di masa depan,” pungkasnya.

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *