Mahasiswa UNIPA Uji Mesin Parut Sagu, Dorong Inovasi Lokal di Manokwari

Jerat Fakta | Manokwari, Papua Barat – Mahasiswa Universitas Papua kembali menunjukkan kontribusi akademik melalui seminar hasil penelitian yang digelar di ruang kuliah Gedung Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (THP), Senin (27/04/2026).

Seminar tersebut disampaikan oleh Paskalis Haluk (202078018) dengan mengangkat tema “Uji Lapang Mesin Parut Sagu Tipe Silinder Varian-02 di Kampung Bowi Subur SP 6 Distrik Masni Kabupaten Manokwari Papua Barat”.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.40 WIT ini dihadiri sekitar 24 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen pembimbing, serta audiens lainnya.

Hadir sebagai dosen pembimbing, yakni Darma dan Wilson P. Aman, serta dua penyanggah dari kalangan mahasiswa yaitu Matius P. Siep dan Seperiana Lokbere.

Dalam pemaparannya, Paskalis Haluk menjelaskan secara sistematis mulai dari latar belakang, metode pelaksanaan penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan dan saran.

Ia mengungkapkan bahwa penelitian tersebut dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, yakni sejak Februari hingga Maret 2026, bertempat di Kampung Bowi Subur SP 6, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin parut sagu tipe silinder varian-02 dalam mendukung proses pengolahan sagu di tingkat masyarakat.

Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademisi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya warga Kampung Bowi Subur.

Selain itu, penelitian tersebut juga menjadi sarana bagi peneliti untuk membangun hubungan sosial dengan masyarakat setempat selama proses penelitian berlangsung.

“Penelitian ini bukan hanya soal data, tetapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat yang akan terus berlanjut ke depan,” ungkapnya.

Di akhir seminar, Paskalis Haluk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dosen pembimbing, penyanggah, serta seluruh peserta yang telah memberikan masukan, saran, dan evaluasi.

Ia berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa lainnya serta dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat sebagai bentuk kontribusi lulusan kampus.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Papua diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak positif, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya di Tanah Papua.

(Marten Kresefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *