Syamsudin Seknun Rayakan Ulang Tahun ke-45 dengan Haru dan Tekad Baru

Manokwari, Jerat Fakta — Dentingan jam menunjukkan pukul 12.00 WIT saat nyanyian “Selamat Ulang Tahun” menggema di salah satu sudut café Hotel Aston Niu Manokwari, Selasa malam (15/7/2025).

Sinar lilin di atas kue menjadi simbol sederhana, namun sarat makna—menandai genapnya usia 45 tahun Syamsudin Seknun, Wakil Ketua II DPR Papua Barat.

Perayaan kecil itu merupakan kejutan hangat dari orang-orang terdekatnya. Wajah Syamsudin terlihat terkejut, namun mata yang berkaca-kaca menyiratkan rasa haru mendalam. Ia mengaku momen tersebut sangat berarti baginya secara pribadi.

“Perayaan ini berbeda. Bahkan saya jarang merayakan ulang tahun,” ucapnya lirih, dengan nada yang mencampur rasa bahagia dan haru. Di balik sosok tegas di ruang sidang, Syamsudin memperlihatkan sisi pribadinya yang lebih lembut dan emosional.

Tak hanya sebagai perayaan, malam itu juga menjadi ruang kontemplasi bagi sang politisi. Di hadapan rekan sejawatan dan sahabat-sahabat dekat yang hadir, ia menyampaikan rasa syukur serta harapan baru atas amanah yang diembannya sebagai wakil rakyat.

Melalui pesan singkat kepada Media Jerat Fakta, ia menegaskan bahwa usia 45 adalah momen penting untuk memperkuat komitmen pengabdiannya. “Saya ingin menjadikan setiap detik dalam hidup sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat Papua Barat,” ujar Syamsudin.

Ia menambahkan bahwa jabatan yang diembannya bukanlah sekadar posisi politik, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan hati dan ketulusan. Baginya, kepemimpinan harus berakar dari kedekatan dengan rakyat.

Nuansa kedekatan begitu terasa saat sesi peniupan lilin dan pemotongan tumpeng berlangsung. Canda, tawa, dan doa mengalir dalam suasana kekeluargaan. Di tengah kesederhanaan, tercermin kehangatan dan nilai-nilai persaudaraan.

Rekan sesama anggota DPR Papua Barat, Aloysius Siep, turut memberikan apresiasi terhadap sosok Syamsudin. “Beliau adalah figur pemimpin yang tidak hanya aktif di ruang sidang, tapi juga selalu turun ke lapangan. Kepeduliannya terhadap masyarakat kecil sangat nyata,” ungkapnya.

Perayaan itu bukan sekadar selebrasi ulang tahun, melainkan menjadi panggung refleksi dan pernyataan tekad. Sosok Syamsudin tampak ingin memperlihatkan bahwa di balik formalitas politik, terdapat hati yang terus menyala untuk melayani.

Dengan wajah penuh harapan, ia menutup malam itu dengan satu pesan, “Mari terus bersama membangun Papua Barat dengan hati yang tulus dan keberanian untuk hadir di tengah rakyat.”

(Marten Sreklefat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *